Tape Ketan, Jajanan Khas Yang Menjadi Oleh-Oleh Khas Kuningan

Tape Ketan, Jajanan Khas Yang Menjadi Oleh-Oleh Khas Kuningan

Tape adalah makanan yang dijadikan melalui proses fermentasi. Kabupaten Kuningan, Jawa Barat memiliki kuliner khas yang bahan utamanya diolah bersama tape. Masakan hal yang demikian oleh masyarakat Kuningan di namai Tape Ketan. Hidangan ini mempunyai cita rasa asam yang bercampur dengan rasa manis.

Tape ini asalnya dari Desa Cibereum, Kecamatan Cibingbin, Kuningan. Dahulu, kudapan ini cuma dikenalkan pada hari-hari besar agama Islam, seperti ketika Idul Fitri. Melainkan sebab mempunyai rasa yang nikmat, kini kuliner ini kerap tersaji dalam beragam suasana dan menjadi kuliner khas yang banyak di dapatkan penjualnya di wilayah Kuningan.

Padahal nampak simpel, proses pembuatan makanan ini rupanya melalui beragam tahap yang lumayan kompleks. Olah tape bersama dengan beras ketan putih lalu di fermentasikan. Pada proses ini tape ketan kemudian bungkus dengan daun jambu air lalu di kasih pewarna alami yang terbuat dari daun katuk. Progres fermentasi beras ketan sampai menjadi tampe ketan dapat membutuhkan waktu sampai 3-7 hari.

Progres Panjang Untuk Membuat Tape Ketan

Langkah langkah pembuatan tape ini mulai dari mencuci beras sampai bersih. Bahan-bahan utamanya adalah beras ketan, daun katuk, daun jambu dan ragi. Daun jambu sebagai pembungkus tape semestinya di cuci bersih terlebih dahulu kemudian di kukus dan di bersihkan lagi. Sementara itu, haluskan daun katuk dan kukus beras ketan untuk mengambil sari daun katuk sebagai campuran beras ketan. Progres pembuatan tape ketan sampai proses pengemasan dengan daun jambu dapat memakan waktu selama 10 jam.

Tiap satu kali produksi, dapat menghabiskan beras ketan seberat 3 ton sebagai bahan bakunya. Tiap kali produksi dari 1 kg beras ketan, dapat mewujudkan sebanyak 35 buah tape ketan. Saat ini, bahan yang terpakai cuma sekitar 25 kg beras ketan dengan jumlah produksi 875 buah. Harga tiap-tiap 1 bungkus plastik isi 16 buah Rp. 20.000, isi 10 buah Rp. 12.500, isi 12 buah Rp. 15.000.

Coba Juga : Martabak Sagu – Jajanan Tradisional Unik Khas Fakfak

Masyarakat Kuningan lazimnya menerapkan ember berwarna hitam dan kedap udara untuk media fermentasi. Progres fermentasi ini sanggup meningkatkan kandungan vitamin B1. Vitamin B1 ini amat baik untuk cara syaraf, sel otot, dan cara pencernaan pada tubuh manusia. Kecuali lezat, tape ketan juga diandalkan dapat menjadi obat diabetes, pegal-pegal, serta untuk menjaga kesehatan kulit.

Para pemudik lazimnya membeli tape ini atau peuyeum sebagai oleh-oleh khas Kuningan untuk dibawa ke Tanah Rantau. Masakan ini sudah menjadi ikon tersendiri bagi Kota Kuda itu.