Rujak Cingur - Makanan Khas Surabaya Yang Menjadi Favorit Raja Firaun

Rujak Cingur – Makanan Khas Surabaya Yang Menjadi Favorit Raja Firaun

Rujak Cingur yakni makanan khas dari Surabaya, Jawa Timur yang sungguh-sungguh populer. Namun, tahukah kamu sebetulnya rujak cingur berasal dari Mesir dan menjadi unggulan Raja Firaun. Memakai bahan dasar ‘cingur’ atau irisan daging bagian mulut sapi, tak lupa dilengkapi dengan sayuran serta buah-buahan, kemudian disiram dengan saus petis, membuat siapa bahkan penasaran akan rasa yang dihadirkannya.

Rujak cingur yakni makanan yang berisi mentimun, toge, tempe, kacang panjang, kangkung, nanas dan cingur atau mulut sapi. Seluruh bahan tersebut di campur dengan bumbu kacang dan petis. Disiram dengan saus olahan petis juga mengaplikasikan ‘cingur’ atau irisan daging bagian mulut sapi, tak lupa lengkap dengan sayuran serta buah-buahan, membikin siapa bahkan penasaran akan rasanya yang sungguh-sungguh khas.

More About Me!

Konon dari hikayat yang beredar, rujak cingur bukan merupakan makanan absah Surabaya, tetapi dari Mesir. Makanan ini tercipta berawal dari Raja Firaun Hanyokrowati yang sedang bertahta di Mesir. Saat itu Raja tengah berulang tahun, kemudian Raja mengadakan sayembara yang berisi barangsiapa yang bisa memasak makanan enak dan istimewa, karenanya akan di kabulkan semua permintaannya. Lalu segala juru masak Istana bahkan bertanding-perlombaan menyampaikan makanan lezat.

Hanya Rujak Cingur yang Membuat Raja Memakannya Dengan Lahap

Namun, makanan-makanan tersebut tak ada yang pantas di lidah Raja Firaun. Lalu, seorang punggawa kerajaan mengatakan terhadap Raja bahwa ada seseorang yang mau menyampaikan kuliner untuknya. Orang itu bernama Abdul Rozak yang membawa makanan dimana daun pisang sebagai pembungkusnya. Makanan tersebut di cek terlebih dahulu keamanannya oleh pakar kesehatan. Makanan itu berbahan dasar cingur unta, aneka sayur dan bumbu.

Baru kemudian Raja mencicipi. Raja bahkan makan dengan lahap, bahkan keringatnya sampai berderai karena rasanya yang pedas. Makanan buatan Abdul Rozak itulah yang sukses memuaskan Raja Firaun. Abdul Rozak kemudian mendapat hadiah berupa kapal laut dan sebidang tanah oleh sang Raja. Tidak hanya itu, dia juga di angkat menjadi juru masak istana. Namun, Abdul Rozak hanya memilih kapal laut dan menolak hadiah lainnya.

Dengan kapal laut itulah Abdul Rozak mengembara hingga akhirnya menginjakkan kaki ke Tanjung Perak, Surabaya, tepatnya di masa-masa perdagangan. Saat itulah, Abdul Rojak menyebarkan resep makanan yang terbuat dari cingur itu. Namun, karena kesulitan mencari cingur unta di Indonesia resepnya kemudian di ubah mengaplikasikannya dengan cingur sapi. Ia juga mengganti sebagian bumbu dengan bumbu yang mudah di dapatkan di Surabaya.

Tidak dikira racikan makanan tersebut disukai masyarakat Surabaya. Semenjak ketika itulah makanan tersebut di beri nama rujak cingur. Kata rujak berasal dari nama ‘Rozak’, sementara cingur yakni bahan makanannya.